ANGELINA SI WANITA MALAM

 


Malam itu sedang gerimis. Aku mengendarai motorku, membelah gerimis.  aku menunggu dari sore hari. di halaman kantor tempatku bekerja. Hingga malam ini, gerimis tak kunjung reda. Satu satunya alasanku melakukan hal nekat ini tak lain adalah, senyuman keluargaku yang melihat anak laki-lakinya pulang ke rumah. Terutama senyuman ibuku, yang hampir sebulan ini tak kulihat sosoknya.


Semakin aku berkendara, semakin banyak pula butiran gerimis menerpa wajahku. Jas hujan yang baru saja kubeli, tertinggal di rumah dinda. Dari kejauhan, aku melihat warung kopi. warung tersebut sangat ramai dengan banyak orang berteduh menghindari rintik hujan. Semakin kupacu motorku, semakin pendek pula jarak pandang yang bisa terlihat. Bajuku perlahan basah. Dan rintik gerimis berubah menjadi hujan. Semakin aku nekat, hujan semakin deras. 


Hujan seolah menyuruhku untuk berhenti. Dan aku menurutinya. “Puas kau hujan?!” ucapku. Tempatku berteduh merupakan sebuah cafe kecil bergaya ala-ala Eropa. Uniknya, di cafe ini jika ada laki-laki dan perempuan yang datang sendiri, maka mereka akan ditempatkan di meja yang sama. Menurutku ini sangat unik, selain mengatasi ukuran cafe yang kecil, hal ini juga membantu seorang jomblo sepertiku mendekati perempuan. 


Wanita yang berada satu meja denganku adalah Angelina. Sama sepertiku, dia juga berteduh di cafe ini. Angelina mengenalkan dirinya adalah seorang sales, dia dapat menjual apa saja yang dapat memberikan keuntungan. 


Kami tertawa, dengan bahan obrolan ringan dan saling lempar candaan receh membuat suasana di antara kami pecah. Lalu… ditengah derasnya suara hujan, dia berbisik lirih padaku. “Di cafe ini juga ada penginapan lo, gimana kalau kita nginap semalam?”. kata-kata yang tak diduga keluar dari wanita cantik itu. karena diluar hujan dan jiwa jombloku meronta-ronta. akhirnya aku mengiyakan ajakannya. Kami menginap semalam, di penginapan yang letaknya dua lantai diatas cafe tadi. Kami tidur satu ranjang. Satu jam pertama, layaknya seorang pasangan yang pertama kali berduaan. Kami basa basi, ngobrol ngalor ngidul. Pada jam berikutnya, tangannya mulai bergeliat di atas pahaku. Tak mau kalah, kugerakkan tanganku menuju benjolan empuk itu. Dan di malam itu, kami bercinta. Kunikmati malam itu bersama seorang wanita. Dia memberikan rasa yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Rasa nikmat ini. Setelah selesai melakukan adegan itu, kami pun tidur.


Waktu menunjukkan pukul 5 pagi. aku terbangun dengan Angelina terbaring telanjang di sampingku. Kubangunkan Angelina. Kata-kata yang pertama keluar dari bibir seksi itu adalah “ Tarif semalam totalnya 500 ribu ya”. Ahh sial, dia benar-benar sales yang hebat. Agak kesal dengan yang terjadi tadi malam. karena angelina hanya menganggap ini bisnis, namun aku terlarut di dalamnya. Dengan kesal aku memberikan uang ke Angelina.


Aku bergegas memakai baju, memakai setelan lengkap, bersepatu dan memakai dasi. perlahan ku turuni tangga itu. Sampailah aku di cafe tadi malam. kubuka pintu cafe dengan perlahan. Sesaat setelah aku melangkahkan kaki keluar, HP ku berdering. Terlihat sebuah pesan suara yang dikirim oleh ibuku. kudekatkan HP itu ke telinga. Terdengar sebuah pesan singkat yang keluar dari bibir ibuku dengan nada yang sangat lirih namun merdu. 

“Nak, Bulan ini kamu tidak pulang lagi ya?, yaudah gapapa, semangat ya nak kerjanya, jangan memaksakan diri, ibu dan keluarga dirumah akan selalu mendukungmu kok, Semangat ya!”. 



Surabaya, 20 Januari 2024


Komentar