PELUK PALSU SABRINA

 


Semenjak kepindahanku ke tempat kerja baruku, aku merasa asing kembali. lingkungan baru, suasana baru, dan teman - teman baru. Ada beberapa alasan mengapa aku pindah dari tempat kerja lamaku. Yahhh itu masa bodo. Tetapi ada seseorang yang membuatku merasa tidak sendirian di tempat baru ini. Namanya Sabrina. Wanita cantik yang suka curhat kepadaku tentang masalahnya di rumah. Dia sangat periang, orangnya lucu, dan menggemaskan. Sabrina berumur 27, yang mana lebih tua 2 tahun dariku. Mungkin dari sana aku merasakan adanya rasa keibuan yang terkadang keluar darinya. 


Hari demi hari berlalu, keakraban ini terus bertahan hingga… Sabrina mengajakku makan malam. Suara piring yang diletakkan di meja. Suara waiter yang mondar mandir mengantarkan makanan. entah mengapa, suasana saat itu terasa sangat misterius. 


Sepiring Spageti dan mushroom cream soup dihidangkan diatas meja kami. Sambil menyantap hidangan tersebut, perlahan bibir Sabrina terbuka. “Eh tau nggak sih, orang tuaku di rumah selalu memaksaku buat makan sayur. Dikit - dikit sawi, dikit - dikit bayam. sampe muak aku dibuatnya”.

“ Ya mungkin itu karena mereka peduli akan kesehatanmu”, sahutku.

“ Tapi caranya sangat memaksa, akupun tidak diperbolehkan buat jajan diluar. jajan yang kayak tepung - tepungan gitu lo”

“ Kalau caranya sampai memaksa gitu ya memang tidak bagus sih”.

 

Kami berbincang hingga larut malam. Benar saja firasatku. Sabrina tiba - tiba bilang kalau dia menyukaiku. Tak lama kemudian aku balas perkataannya dengan bilang “aku juga menyukaimu”. Malam itu menjadi saat pertama aku pacaran dengan sabrina. 


Hari demi hari kami lewati dengan bahagia. Akupun diperkenalkan dengan keluarganya. “Oh ini yang suka maksa - maksa makan sayur” merupakan kata - kata pertama yang terlintas di pikiranku.


Tetapi hal itu tidak seperti yang kubayangkan. Orang tua Sabrina sangat baik. Tutur katanya lembut. Bahkan perlakuan mereka terhadapku sangat baik. Lalu, bagaimana bisa orang seperti mereka dibilang suka memaksa?. 

Hari - hariku di kantor mulai membaik. Aku sudah terbiasa dengan lingkungan baru. Mulai menikmati suasana baru. Dan lebih akrab dengan teman - teman baru. Hari ini terdapat karyawan baru. sama denganku dulu, dia juga agak pendiam. Mungkin belum terbiasa dengan suasana baru. Malam ini Kami semua akan merayakan 


Tetapi, malah hubunganku dengan Sabrina yang memburuk. Dimulai dari dia yang sering hilang kabar, Sering menuduh aku selingkuh. 


Pagi itu, salah satu teman kantorku bilang bahwa dia ingin berbicara serius denganku. Saat jam makan siang. di kantin gedung yang letaknya di rooftop. Meja paling kiri. Si Dika namanya. Dengan nada serius dia bicara perlahan kepadaku.

“Sabrina itu penipu. Aku juga salah satu korbannya”.

“ Hah, maksudnya??.” Tanyaku.

“Iya, jadi dia itu orang yang suka mengincar karyawan baru untuk dia porotin uangnya. Sekarang ingat, Sudah berapa uang yang kau habiskan untuk dia. Dia sangat pintar untuk mencari empati orang lain, sehingga orang yang menjadi lawan bicaranya akan merasa iba.” kata dika dengan wajah emosi.

Seolah tak terima, aku menumpahkan segelas air putih di meja. 

“Apa maksudmu berkata begitu?, kamu iri dengan saya?, kamu juga mengincar sabrina kan?, ngaku saja. Bukankah wajar jika memberi sesuatu kepada pacar.”

“Justru aku berbicara seperti ini karena aku adalah salah satu mantannya”

“Tu- tunggu, salah satu?!.”

“Iya, aku sudah  bilang kan, kalau dia mengincar anak baru. Itu terjadi jauh sebelum kamu masuk ke perusahaan ini. sekarang kamu lihat, ada anak baru yang masuk kan, apakah perlakuan dia sama kepadamu?. Lihat saja, pasti si anak baru itu juga akan takluk oleh hasutan mautnya”.

Tampak terkejut. wajahku begitu panik.

“Tapi kami sudah melakukan sex, mana mungkin dia bisa meninggalkanku begitu saja, haha iyakan?”

“Maafkan aku, tapi dia juga pernah melakukannya denganku” jawab dika. “Alasan kami tidak memberitahu dari awal kepadamu adalah karena dia adalah simpenan manajer kantor ini. Dia punya hubungan terlarang dengan manager, makanya jika kami bilang ke anak baru, bisa bisa kami kehilangan pekerjaan” lanjut dika.

“Dasar brengsek. Bisa bisanya aku tertipu oleh pelacur itu. Tapi menurutmu dia cantik kan?, dia juga punya tubuh yang bagus, bagaimana kalau kita kerjain dia”.

“Kamu gila ya.. aku masih menginginkan pekerjaan ini” saut dika dengan kesal.

“Nanti kita cari kerja lagi, kebetulan aku punya koneksi di perusahaan lain. Nanti aku bisa bantu kamu”.

Tanpa diduga, Dika menyetujui rencana bodohku. Kita akan jadikan malam ini sangat asik.


Malam hari di hari yang sama. Aku dan Dika menunggu di ruangan bos yang sudah sepi. Tak- tak- tak, suara sepatu hak tinggi milik sabrina. Aku dan Dika bersembunyi di balik meja. Sabrina masuk ke ruangan bersama anak baru itu. Ya benar, kami juga bekerja sama dengan anak baru itu. Lampu ruangan dimatikan. Satu per satu helai kain di tubuh Sabrina disingkirkan. Setelah ruangan terkunci, aku dan Dika keluar dari balik meja. Menerkam tubuh seksi sabrina. Dan di malam itu, kami bertiga menikmati lembut tubuh sabrina.


        Mojokerto, 3 Februari 2024


Komentar