MATERI ADMINISTRASI INFRASTRUKTUR
JARINGAN KELAS 12
1. VLAN (Virtual Local Area Network)
a. Pengertian
VLAN (Virtual LAN) adalah model jaringan yang secara logis membagi jaringan menjadi beberapa VLAN yang berbeda. VLAN tidak terbatas pada kondisi jaringan fisik seperti LAN.
Virtual Local Area Network (VLAN) adalah metode membuat jaringan yang diatur secara logis satu per satu. VLAN sendiri berada di jaringan area lokal (LAN), sehingga satu atau lebih VLAN dapat ada di jaringan (LAN).
b. Cara kerja VLAN
VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan, menggunakan port dan alamat MAC. Semua informasi yang mengandung penandaan / pengalamatan VLAN disimpan dalam database (tabel). Jika label didasarkan pada port yang digunakan, database harus menentukan port yang digunakan oleh VLAN.
Routing statis (Static Routing) adalah proses setting router jaringan menggunakan tabel routing yang dilakukan secara manual saat melakukan konfigurasi. Jika ada perubahan, maka administrator jaringan harus melakukan setting ulang pada jaringan.
Routing static merupakan pengaturan yang paling simple dalam jaringan komputer, untuk menggunakannya administrator tinggal mengisi dalam tabel entri forwarding pada setiap router yang terhubung pada jaringan tersebut.

Penggunaan routing statis cocok untuk jaringan internet berskala kecil, untuk jaringan yang skalanya besar tidak disarankan menggunakan routing statis. Nah setiap routing pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya, berikut kelebihan dan kekurangan routing statis:
Kelebihan Routing Statis
- Meringankan kinerja dari prosesor router karena pemrosesan sudah tersebar pada setiap router.
- Menghemat bandwidth karena tidak ada bandwidth yang terbuang saat terjadi pertukaran paket.
- Memperoleh informasi dari isi tabel routing pada saat terjadi proses tukar menukar paket.
- Routing statis lebih aman
- Administrator bebas menentukan jalur jaringan
Kekurangan Routing Statis
- Network admin harus mengetahui segala informasi tentang router yang tersambung.
- Hanya bisa untuk jaringan berskala kecil
- Konfigurasi lebih rumit apalagi kalau banyak komputer yang terhubung
- Membutuhkan waktu konfigurasi yang lebih lama
- Jika ada jalur yang rusak jaringan akan terhenti
b. Routing Dinamis
Routing dinamis (Dynamic Routing) adalah router yang memiliki kemampuan untuk membuat tabel routing secara otomatis berdasarkan lalu lintas jaringan dan router yang terhubung. Jika diartikan, dinamis adalah bisa berubah-ubah, jadi IP Addressnya selalu berubah sewaktu-waktu.
Routing dinamis ini kebalikan dari routing statis yang semuanya harus dilakukan secara manual. Protokol routing akan mengatur router secara otomatis sehingga bisa berkomunikasi satu dengan lainnya dengan saling memberikan informasi antar router.

Routing dinamis mempelajari sendiri arah dari rute yang terbaik untuk meneruskan paket dari satu network menuju network lainnya. Administrator tidak bisa menentukan rute mana yang harus dilewati, melainkan semuanya sudah secara otomatis berjalan.
Pengisian dan pemeliharaan pada routing table dilakukan secara otomatis sehingga antar router satu dengan lainnya saling bertukar informasi untuk mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing. Ada beberapa macam routing dinamis yang perlu Anda ketahui:
- RIP (Routing Information Protocol)
- IGRP (Internal Gateway Routing Protocol)
- OSPF (Open Shortest Path First)
- BGP (Border Gateway Protocol)
Kelebihan Routing Dinamis
- Proses konfigurasi jaringan lebih cepat
- Bisa digunakan untuk jaringan berskala besar
- Jika ada jalur yang rusak tetap aman
- Jalur ditentukan secara otomatis oleh sistem
Kekurangan Routing Dinamis
- Bandwidth yang dibutuhkan lebih besar
- Jalur yang bisa menentukan adalah sistem bukan dari administrator
- Membutuhkan RAM yang lebih besar untuk menentukan jalur terbaik saat terjadi down
Terdapat dua macam firewall, yaitu hardware dan software. Keduanya memiliki konfigurasi atau pengaturan yang berbeda. Meski begitu, keduanya tetap memiliki fungsi utama yang sama: melindungi keamanan jaringan.
1. Melindungi Data dari Hacker dan Pengguna Tidak Terotorisasi
Firewall berfungsi layaknya sekat antara data internal dengan akses luar. Karena firewall lah, hacker dan pengguna asing tidak bisa mengakses data yang Anda miliki.
2. Block Pesan yang Tidak Diinginkan
3. Block Konten yang Tak Diinginkan
Firewall juga dapat digunakan untuk memblok website atau konten dari alamat yang spesifik.
4. Monitor Bandwidth
Anda bisa menetapkan batasan untuk konten hiburan, gambar, dan musik. Kemudian memprioritaskan bandwidth untuk konten-konten lebih penting untuk bisnis.
5. Mengakses Layanan VPN
Lewat layanan ini, pengguna dapat mengakses jaringan internal Anda. Dengan layanan yang sama, Anda bisa mengakses konten atau website yang sedianya diblokir oleh pihak tertentu.
c. Cara kerja
Firewall bekerja dengan menyaring data (packet) antara jaringan di internet. Ia bisa membolehkan atau tidak membolehkan suatu packet diakses oleh sebuah komputer.
Ada tiga cara yang digunakan firewall untuk mengamankan jaringan. Firewall bisa menggunakan satu, dua, atau mengombinasikan ketiga cara berikut untuk mengamankan jaringan.
Pertama, packet filtering atau stateless. Artinya, firewall menggunakan aturan tertentu untuk melihat boleh tidaknya suatu data masuk ke jaringan. Setiap packet diperiksa secara sendiri-sendiri atau dalam isolasi. Jika packet dikirim dalam grup, maka setiap packet akan diperiksa secara satu per satu. Ketika sebuah packet dianggap berbahaya maka ia takkan diijinkan masuk.
Kedua, proxy service. Ini merupakan aplikasi yang bekerja sebagai penghubung antara sistem jaringan. Aplikasi proxy berada di dalam firewall dan bertugas untuk memeriksa packet yang saling ditukarkan dalam jaringan. Sistem ini bisa dikatakan lebih efektif. Sebab, semua informasi yang diperiksa secara tersentralisasi.
1. Static NAT
Static NAT ini tugasnya menerjemahkan 1 IP address menjadi 1 IP Address lain. Static NAT hanya bisa mewakili 1 IP address dengan 1 IP address. Biasanya digunakan untuk menerjemahkan 1 IP private menjadi 1 IP Public. Dengan demikian komputer/perangkat yang berada di jaringan local dengan IP private bisa terkoneksi dengan internet tanpa harus mengganti IP Addressnya.
2. Dinamyc NAT
Dynamic NAT akan menerjemahkan secara dinamis IP private menjadi IP public. Pada NAT jenis ini haruslah tersedia beberapa atau sekumpulan IP Public. Jadi, ketika ada sebuah host dari jaringan local ingin mengirim atau menerima paket, router akan memilih salah satu IP yang tersedia dan tidak sedang digunakan, kemudian meneruskannya sesuai paket. Tapi kelemahan dari Dinamyc NAT ini adalah harus tersedianya beberapa IP public.
3. Overloading atau PAT (Port Address Translation)
Jenis Overloading ini adalah metode yang sangat umum diterapkan pada sebuah jaringan, dimana satu IP public dapat mewakili banyak IP private. Kelebihannya sudah jelas, yaitu bisa menerjemahkan banyak IP address pada jaringan local menjadi 1 IP Public.
Server proxy adalah sebuah sistem yang bekerja sebagai perantara jaringan, misalnya ketika kamu mengakses sebuah halaman website, proxy yang akan melakukan permintaan dan penerimaan informasi dari website tersebut ke perangkat yang kamu gunakan. Ada berbagai tingkat keamanan, kerahasiaan informasi, dan fungsi sesuai jenis yang kamu gunakan.
Tergantung jenisnya pula, server proxy bekerja dengan menyambungkan atau malah menghalangi koneksi antara pengirim dan penerima data. Semua data yang masuk melalui satu port akan diteruskan ke seluruh jaringan melalui port lain. Jika server proxy memblokir akses langsung antara dua jaringan, maka hacker akan lebih sulit mendapatkan alamat internal dan detail jaringan pribadi.
Beberapa server proxy bisa berupa sekelompok aplikasi atau server yang memblokir layanan internet umum. Misalnya, proxy HTTP memotong akses web sedangkan proxy SMTP memotong akses terhadap email.
Setiap komputer yang menggunakan internet memerlukan IP address. Ibarat alamat rumah, IP address bisa membantu proxy mengetahui ke manakah data akan dikirim.
Ketika kamu melakukan request atau permintaan berupa pencarian di Google atau mengakses sebuah website, server proxy akan mengirimkan permintaan ini ke server website, mengambil respon dari server website, dan mengantarkannya ke tampilan browser-mu.
Ketika server proxy meneruskan permintaanmu, proxy dapat mengubah alamat IP milikmu sehingga server website tidak mengetahui persis lokasimu mengakses data. Alhasil, datamu bisa terenkripsi dan tidak dapat dibaca saat melakukan transit. Terakhir, server proxy dapat memblokir akses ke halaman website tertentu berdasarkan alamat IP, seperti akses ke website yang dilarang oleh pemerintah.
Transparent proxy
Jenis proxy yang satu ini akan memberi tahu situs web bahwa dirinya adalah server proxy dan mengirimkan IP address-mu sehingga permintaan aksesmu akan diproses. Bisnis, perpustakaan umum, dan sekolah sering menggunakan proxy transparan untuk memfilter konten karena lebih mudah untuk menyiapkan data dari sisi klien dan server.
Anonymous proxy
Anonymous proxy akan mengidentifikasi dirinya sebagai proxy, tetapi tidak akan meneruskan alamat IP milikmu ke situs web. Hal ini dapat membantumu menjaga keamanan dan kerahasiaan datamu. Misalnya, saat CNN.com tahu kamu berada di Jakarta, maka mereka akan menampilkan berita yang menurut mereka relevan dengan Jakarta. Namun hal ini bisa diminimalisasi jika kamu menggunakan anonymous proxy.
Distorting proxy
Sebuah distorting proxy bisa memalsukan alamat IP saat mengidentifikasi dirinya sebagai proxy. Ini berfungsi mirip seperti anonymous proxy, tetapi dengan mengirimkan alamat IP palsu, kamu bisa mengubah lokasi aksesmu berbeda dengan lokasi aslimu sehingga kamu dapat mengakses konten yang diblokir.
High anonymity proxy
High anonymity proxy secara berkala mengubah alamat IP yang mereka berikan ke server web sehingga sangat sulit untuk melacak lalu lintas apa yang dilakukan oleh siapa. Jenis proxy ini adalah salah satu proxy paling anonim dan aman untuk mengakses hampir semua konten di internet.
A. Pengertian
B. Prokol Load Balance
pembahasan apa itu load balance seharusnya sudah sedikit dapat anda pahami dari tulisan diatas,
disini kita akan menyinggung dengan hal dasar dari jaringan komputer, yaitu Layer OSI. load balancing mendukung 2 tipe layer osi, yaitu di Layer 4 dan di Layer 7. karna disini kita fokus membahas apa itu load balance, pembahasan untuk teman teman yang masih awam dengan 7 Layer OSI, silahkan googling dulu ya.
Pada Load Balancer Layer 4, mendukung protokol yang bergerak di lapisan transport pada model layer OSI yaitu TCP dan UDP.
Sedangkan pada Load Balancer Layer 7, melayani protokol yang bergerak di lapisan Application, Session, dan Presentation seperti HTTP dan HTTPS.

Komentar
Posting Komentar