Teknologi 5G

     Dalam teknologi 5G, data akan dikirimkan melalui gelombang radio. Gelombang radio akan terbagi menjadi frekuensi-frekuensi yang berbeda. Setiap frekuensi disiapkan untuk tipe komunikasi yang berbeda, seperti aeronautical dan sinyal navigasi maritim, siaran televisi, dan mobile data. Penggunaan frekuensi-frekuensi ini diregulasikan oleh International Telecommunication Union (ITU). ITU telah merestrukturasi bagian-bagian gelombang radio secara komprehensif untuk mentransmisikan data sambil mengembangkan teknologi komunikasi yang sudah ada termasuk 4G dan 3G.


Tujuan 5G :

     Teknologi 5G belum dapat dipastikan seperti apa keunggulan dan kekurangannya karena saat ini hal itu masih berupa konsep. Tetapi dari konsep-konsep yang diciptakan tersebut, terdapat beberapa konsep yang menjadi tujuan utama dari teknologi 5G, yaitu:
- kecepatan data yang lebih signifikan dari 4G.
- Memiliki transfer data dari satu telepon ke telepon lain dengan kecepatan satu mili detik.
- Dapat terkoneksi dengan alat seperti telepon, mobil, dan peralatan rumah tangga.

     Teknologi 5G diprediksi memiliki kecepatan sekitar 800Gbps, atau seratus kali lebih cepat dari kecepatan generasi sebelumnya. Dengan kecapatan seperti itu, teknologi 5G bisa memungkinkan untuk mengunduh 33 film High Definition hanya dalam beberapa detik.


Perbandingan dengan 4G

     Meski belum dapat dibuktikan, teknologi 5G dipercaya memiliki banyak keunggulan, salah satunya kecepatan transfer data 800 gigabyte per detik (Gbps). Adapun penelitian pada 4G hanya mampu memindahkan data dengan kecepatan 100 megabyte (MB) hingga 1 gigabyte (GB) per detik. Dengan kecepatan 5G, pengguna internet bisa mengunduh (download) 33 film dengan kualitas high definition (HD) dalam hitungan detik. Sementara pada ponsel 4G, pengunduhan film kualitas HD bisa memakan waktu enam menit.

     Keunggulan lainnya adalah minimnya jeda saat proses transfer data (ultra low latency). Dalam teknologi 4G, angka jeda yang didapat saat transfer data mencapai 50 milidetik. Sedangkan teknologi 5G diklaim hanya memiliki angka jeda 1 milidetik. Minimnya delay akan membuat pengoperasian gawai berteknologi tinggi seperti virtual reality hingga kendaraan tanpa awak minim gangguan.


Penerapan 5G di Indoenesia

     Jaringan selular cepat tersebut memiliki tantangan untuk dikembangkan di Tanah Air. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan Indonesia belum memiliki model bisnis untuk jaringan internet 5G, khususnya pada segmen ritel.

     Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan kecepatan jaringan 5G, yang 10 kali lipat dari jaringan 4G, berpotensi membuat pengguna internet membayar biaya tiga kali dari sekarang. Penggunaan 5G malah cocok bagi usaha atau korporasi lantaran biaya yang dapat ditanggung lebih besar. "Kalau kita diminta bayar tiga kali lipat dari biaya saat ini, pasti mikir,” kata dia beberapa waktu lalu.

     Adapun, beberapa operator telekomunikasi yang sudah melakukan uji coba jaringan 5G di Indonesia adalah Telkomsel, XL, Indosat, dan Tri. Sementara, Smartfren akan melakukan uji coba jaringan tersebut pada Juni 2019 mendatang. Adapun Telkomsel sudah memperkenalkan teknologi 5G di Indonesia pada saat ASIAN Games, Agustus 2018 lalu.


Masalah Keamanan dan Privasi Pengguna

     Ketika berbicara tentang privasi, persoalan akan menjadi lebih kompleks - munculnya 5G dengan jarak pendek akan berarti lebih banyak menara komunikasi sel yang digunakan untuk pusat-pusat dan bangunan komersial. Dengan perangkat yang tepat, seseorang mungkin dapat mengumpulkan dan melacak lokasi pengguna secara akurat.

     Masalah lainnya adalah bahwa para penyedia layanan 5G akan memiliki akses luas ke sejumlah besar data yang dikirim oleh perangkat pengguna, sehingga dapat menunjukkan apa yang benar-benar terjadi di dalam lokasi rumah atau setidaknya menggambarkannya melalui metadata di lingkungan sekitar pengguna, sensor in-house dan parameter internal.











SUMBER:



TERIMAKASIH

Komentar