Konstruksi, Kode warna, Jenis konektor, Alat kerja,Kesehatan keselamatan kerja Dalam menggunakan kabel fiber optic
Postingan ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya agar postingannya tidak terlalu panjang yang membahas tentang pengertian fiber optic, kelebihan dan kekurangan, jenis jenis, dan cara kerja.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang konektor, kode warna, dan kessehatan keselamatan kerja dalam menggunakan fiber optic.
Simak selengkapnya.
1. Konstruksi kabel fiber optic
Ada beberapa persyaratan harus dipenuhi oleh serat optik untuk dapat digunakan. Pertama, tidak putus saat gaya rentang ( tensile force ) bekerja pada serat optik. Tidak mengalami perubahan kualitas perambatan cahaya akibat tekanan dari samping seperti misalnya microbending. Serat optik ditempatkan secara khusus didalam kabel optik dan pada sambungan serat optik harus diberi penguat. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, kabel optik mempunyai beberapa konstruksi yang berbeda sesuai dengan kondisi kabel diletakkan.
Ada dua jenis kabel optik yaitu jenis loose tube (pipa longgar) dan slot (alur) .
1.Bagian bagian kabel fiber optic jenis loose tube
a) Loose tube berbentuk pipa longgar yan terbuat dari bahan PBTP (Polybutylene Terepthalete) yang berisi thixotropic gel dan serat optik ditempatkan di dalamnya. Konstruksi loose tube yang berbentuk longgar tersebut mempunyai tujuan agar serat optik bebas begerak, tidak langsung mengalami tekanan atau gesekan yang dapat merusak serat pada saat instalasi kabel optik. Thixotropic gel adalah semacam jelly yang berfungsi melindungi serat dari pengaruh mekanis dan juga untuk menahan air
b) HDPE Sheath atau High Density Polyethylene Sheath yaitu bahan sejenis polyethylene keras yang digunakan sebagai kulit kabel optik berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi serat optik dari pengaruh mekanis pada saat instalasi.
c) Alumunium tape atau lapisan alumunium ditempatkan diantara kulit kabel dan water blocking berfungsi sebagai konduktivitas elektris dan melindungi kabel dari pengaruh mekanis
d) Flooding gel adalah bahan campuran petroleum, synthetic dan silicon yang mempunyai sifat anti air. Flooding gel merupakan bahan pengisi yang digunakan pada kabel optik agar kabel menjadi padat.
e) PE Sheath adalah bahan polyethylene yang menutupi bagian central strength member.
f) Central strength member adalah bagian penguat yang terleteak ditengah-tengah kabel optik. Central Strength Member dapat berupa pilinan baja, atau Solid Steel Core atau Glass Reinforced Plastic. Central Strength Member mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi yang diperlukan saat instalasi.
g) Peripeal Strain Elements terbuat dari bahan polyramid yang merupakan elemen pelengkap optik yang diperlukan untuk menambah kekuatan kabel optik. Polyramid mempunyai kekuatan tarik tinggi.
2.Bagian bagian kabel fiber optic jenis slot
a) Kulit kabel, terbuat dari bahan sejenis polyethylene keras, berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi serat optik dari pengaruh mekanis saat instalasi.
b) Aluran (slot) terbuat dari bahan polyethylene berfungsi untuk menempatkan sejumlah serat. Untuk kabel optik jenis slot dengan kapasitas 1000 serat, diperlukan 13 aluran (slot) dan satu slot berisi 10 fiber ribbons. Satu fiber ribbons berisi 8 serat.
c) Central Strength Member adalah bagian penguat yang terletak ditengah-tengah kabel optik. Central strength member terbuat dari pilihan kawat baja yang mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi yang diperlukan saat instalasi.
c) Central Strength Member adalah bagian penguat yang terletak ditengah-tengah kabel optik. Central strength member terbuat dari pilihan kawat baja yang mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi yang diperlukan saat instalasi.
2. Kapasitas,kode,dan pelabelan kabel fiber optic
A. Kapasitas kabel fiber optic
lain. Fiber optic menyediakan kecepatan dan kapasitas data lebih dari 1 Gbps dengan jangkauan jarak sejauh 2 Km.
Kabel fiber optik memiliki berbagai kapasitas diantaranya: 6, 8,12, 24, 48, 96, 144, 248, 288 core. Susunan warna kabel fiber optik Distribusi : 1. Biru, 2. Oranye, 3. Hijau, 4. Coklat, 5. Abu-abu, 6. Putih, 7. Merah, 8. Hitam, 9. Kuning, 10. Pink, 11. Ungu, 12. Toska. Dengan satu tube terdapat 6, 8, dan 12 warna core inti.
Kabel fiber optik memiliki berbagai kapasitas diantaranya: 6, 8,12, 24, 48, 96, 144, 248, 288 core. Susunan warna kabel fiber optik Distribusi : 1. Biru, 2. Oranye, 3. Hijau, 4. Coklat, 5. Abu-abu, 6. Putih, 7. Merah, 8. Hitam, 9. Kuning, 10. Pink, 11. Ungu, 12. Toska. Dengan satu tube terdapat 6, 8, dan 12 warna core inti.
B. Kode dan pelabelan kabel fiberoptik
Kabel Optik harus diberi label yang tidak mudah hilang yang tertera pada kulit kabel di sepanjang kabel. Adapun label tersebut meliputi :
· Nama pabrik pembuat
· Tahun pembuatan
· Tipe serat, pemakaian, jenis dan struktur penguat kabel optik
Dalam penulisan tanda pengenal kabel optik digunakan kode-kode tertentu, yaitu :
Tipe Serat Optik
-SM = Single Mode
-GI = Graded Indeks
-SI = Step Index
Jenis Kabel Optik
-LT = Loose Tube
-ST = Slotted core
-TB = Tight Buffered
· Nama pabrik pembuat
· Tahun pembuatan
· Tipe serat, pemakaian, jenis dan struktur penguat kabel optik
Dalam penulisan tanda pengenal kabel optik digunakan kode-kode tertentu, yaitu :
Tipe Serat Optik
-SM = Single Mode
-GI = Graded Indeks
-SI = Step Index
Jenis Kabel Optik
-LT = Loose Tube
-ST = Slotted core
-TB = Tight Buffered
Struktur Penguat :
-SS = Solid Steel Core
-WS = Standred Wire Steel
-GRP = Glass Reinforced Plastik
Pemakaian Kabel Optik
-D = Duct
-A = Aerial
-B = Buried
-S = Submarine
-I = Indoor
Kode warna fiber optic
![]() |
| Gambar kode warna source:ayokonfig.blogspot.com |
3. Jenis konektor fiber optic
2. SC (Subsciber Connector): digunakan untuk kabel single mode, dengan sistem dicabut-pasang. Konektor jenis ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur secara manual dan juga kecepatan pengiriman akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain. Konektor tersebut sangat mudah digunakan tanpa slicer/splicing tools
3. ST (Straight Tip) Hampir mirip dengan konektor BNC. Sangat umum digunakan baik untuk kabel multi mode maupun single mode. Sangat mudah digunakan baik dipasang maupun dicabut.
4. LC Duplex (Lucent Connector) Ini adalah serat singlemode (9 mikron inti) yang dirancang untuk mentransmisikan data jarak jauh dengan kecepatan tinggi. Kabelnya adalah dupleks (dua serat) yang berarti memungkinkan komunikasi sinkron antar perangkat. Diameter cladding adalah 125 mikron.
5. LC Simplex. Dikembangkan oleh Lucent Technologies, konektor LC atau Lucent Connector, ukurannya setengah dari ukuran konektor SC. Konektor LC digunakan untuk penyebaran dengan kepadatan tinggi dimana beberapa serat berhenti di dalam ruang tertutup. Konektor LC menggunakan ferrule 1.25mm dengan mekanisme tab penahan yang serupa dengan konektor telepon atau RJ-45.Sama seperti konektor SC, bodi konektor LC berbentuk persegi, dan dua konektor LC biasanya diikat bersamaan dengan klip plastik untuk membuat koneksi dupleks. Konektor LC dapat digunakan dengan kabel singlemode dan multimode. Pencocokan konektor LC memiliki insertion loss sebesar 0.25dB.
6. Konektor E2000 dengan mekanisme kopling push-pull menggunakan rana logam otomatis di konektor untuk melindungi sinar laser dan debu. Konektor E2000 tersedia untuk PC Singlemode, APC dan Multimode PC. Konektor E2000 adalah satu dari sedikit konektor fiber optik yang sudah di lengkapi dengan rana pegas yang berfungsi melindungi ferrule dari debu dan goresan. Rana ditutup secara otomatis saat konektor dilepas, mengunci kotoran yang kemudian dapat menyebabkan kegagalan jaringan, dan mengunci sinar laser yang berpotensi berbahaya
7. Konektor MU terlihat seperti miniatur SC dengan ferrule 1,25 mm, dengan desain push-pull yang sederhana dan bodi miniatur yang ringkas. Digunakan untuk beberapa konektor optik kompak dan mekanisme self-retentive untuk aplikasi backplane. Konektornya terdiri dari rumah plastik. Konektor MU adalah konektor optik yang di miniatur dan dikembangkan dengan aplikasi kepadatan dan kinerjanya.
4. Alat kerja fiber optic
1. Fusion Splicer
Fusion splicer adalah alat yang digunakan untuk menyambungkan core serat optic. Di dalam splicer ini terdapat sinar laser yang berfungsi untuk memanasi serat kaca yang terputus pada core, sehingga dapat tersambung kembali dengan baik.
Saat menggunakan splicer ini haruslah memiliki tingkat keakuratan yang tinggi, supaya hasil penyambungannya sempurna.

Fusion splicer adalah alat yang digunakan untuk menyambungkan core serat optic. Di dalam splicer ini terdapat sinar laser yang berfungsi untuk memanasi serat kaca yang terputus pada core, sehingga dapat tersambung kembali dengan baik.
Saat menggunakan splicer ini haruslah memiliki tingkat keakuratan yang tinggi, supaya hasil penyambungannya sempurna.

2. Stripper
Stripper berfungsi untuk memotong dan mengupas kulit dari kabel fiber optic.

3. Cleaver
Cleaver berfungsi untuk memotong core fiber optic yang kulitnya sudah dikupas. Tujuannya ialah supaya serat kace tersebut terpotong dengan rapi.

4. Optical Power Meter (OPM)
Optical Power Meter (OPM) adalah alat yang berfungsi untuk mengetahui daya dari signal cahaya yang masuk.

5. Optical Time Domail Reflector (OTDR) dan Fiber Ranger
Optical Time Domail Reflektor dan Fiber Ranger merupakan alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran panjang kabel yang dapat dilaluui oleh signal cahaya.
Perbedaan antara OTDR dan fiber ranger adalah bahwa hasil pengukuran OTDR berupa grafik dan informasi yang diberikan lebih detail, sedangkan fiber ranger hanya menampilkan hasil pengukuran dalam bentuk satuan meter.
6. Pigtail
Pigtail merupakan kabel FO yang memiliki 1 konektor di ujung kabelnya. Pigtail berfungsi untuk menghubungkan kabel FO dengan port konektor yang terdapat pada OTB, FDB dan Fiber Outlet.

7. Patch Cord
Patch cord merupakan kabel FO yang memiliki 2 konektor di ujung kabelnya. Patch cord berfungsi untuk menghubungkan kabel FO yang terhubung dengan port konektor pada OTB dan fiber outlet dengan perangkat ONU ataupun dengan OLT dan juga digunakan untuk menghubungkan OLT dengan Switch yang terdapat port SFP.

8. Thermofit
Thermofit merupakan alat yang berfungsi untuk melindungi kabel fiber optic yang sudah di- splicing agar tidak menekuk.

9. Fiber Outlet / Roset
Alat ini berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan core FO yang sudah di-splicing.

Port konektor (yang berwarna biru) hanya digunakan untuk melakukan “aktivasi” pada user. Dengan alur pemasangan sebagai berikut (untuk aktivasi) : Kabel FO >> Pigtail >> Roset >> Port Konektor >> Patch Cord >> ONU/MC
Stripper berfungsi untuk memotong dan mengupas kulit dari kabel fiber optic.

3. Cleaver
Cleaver berfungsi untuk memotong core fiber optic yang kulitnya sudah dikupas. Tujuannya ialah supaya serat kace tersebut terpotong dengan rapi.

4. Optical Power Meter (OPM)
Optical Power Meter (OPM) adalah alat yang berfungsi untuk mengetahui daya dari signal cahaya yang masuk.

5. Optical Time Domail Reflector (OTDR) dan Fiber Ranger
Optical Time Domail Reflektor dan Fiber Ranger merupakan alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran panjang kabel yang dapat dilaluui oleh signal cahaya.
Perbedaan antara OTDR dan fiber ranger adalah bahwa hasil pengukuran OTDR berupa grafik dan informasi yang diberikan lebih detail, sedangkan fiber ranger hanya menampilkan hasil pengukuran dalam bentuk satuan meter.
6. Pigtail
Pigtail merupakan kabel FO yang memiliki 1 konektor di ujung kabelnya. Pigtail berfungsi untuk menghubungkan kabel FO dengan port konektor yang terdapat pada OTB, FDB dan Fiber Outlet.

7. Patch Cord
Patch cord merupakan kabel FO yang memiliki 2 konektor di ujung kabelnya. Patch cord berfungsi untuk menghubungkan kabel FO yang terhubung dengan port konektor pada OTB dan fiber outlet dengan perangkat ONU ataupun dengan OLT dan juga digunakan untuk menghubungkan OLT dengan Switch yang terdapat port SFP.

8. Thermofit
Thermofit merupakan alat yang berfungsi untuk melindungi kabel fiber optic yang sudah di- splicing agar tidak menekuk.

9. Fiber Outlet / Roset
Alat ini berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan core FO yang sudah di-splicing.

Port konektor (yang berwarna biru) hanya digunakan untuk melakukan “aktivasi” pada user. Dengan alur pemasangan sebagai berikut (untuk aktivasi) : Kabel FO >> Pigtail >> Roset >> Port Konektor >> Patch Cord >> ONU/MC
10. Visual Fault Locator
Visual Fault Locator sering disebut sebgai laser fiber optic. Visual Fault Locator ini berfungsi untuk melakukan pengetesan pada core fiber optic. Caranya yaitu laser akan mengikuti serat optic pada kabel fiber optic dari POP sampai ke user (end to end). bila core tidak bermasalah, laser akan sampai pada titik tujuan.

5. kesehatan dan keselamatan kerja dalam penggunaan fiber optic

Keselamatan kerja pada saat penyambungan FO :


6. Cara penggunaan alat kerja fiber optic
Siapkan bahan-bahan dan peralatan yang digunakan untuk penyambungan seperti: Serat optik, Sleve Protection, Fiber Striper, Fiber Cleaver, Tisue, Alkohol 90%, Sarung Tangan karet, dan lain sebagainya.
Masukan Sleve Protection ke salah satu ujung serat yang akan disambungkan. Dimana fungsi Sleve Protection sendiri adalah sebagai lapisan penguat di titik penyambungan dan juga berperan sebagai lapisan coating pengganti.

Kupas bagian coating pada kedua ujung serat menggunakan Fiber Striper, Biasanya Fiber Striper memiliki 3 lubang pengupasan karena coating pada serat optik memiliki banyak lapisan.
Bersihkan kedua ujung serat yg telah dikupas bagian coatingnya menggunakan tissue dan alkohol 90%
Potong kedua ujung serat menggunakan Fiber Cleaver, dimana fungsinya sendiri adalah meratakan bagian ujung dari fiber sehingga redaman yg dihasilkan kecil, menggunakan mata pisau khusus biasanya berbentuk bulat dengan mata pisau yg sangat tacam sehingga ujung dari fiber terpotong rata.

Setelah melakukan langkah-langkah diatas maka dimulai proses penyambungan mengguanakan Fusion Splicer. Cara meletakan kedua ujung fiber yg akan disambungkan haruslah mendekati ujung batang dioda dan juga tidak boleh melebihi ujung dari batang dioda. Cek posisi kedua ujung kabel pada layar lcd pada Fusion Splicer. Jika posisi kedia ujung telah sesua maka dapat dilakukan penyambungan.
Pada alat Fusion Splicer biasanya telah tersedia slot untuk peleburan sleve Protector, setelah penyambungan selesai maka leburkan Sleve Protector pada titik penyambungan sehingga terlindung dari kotoran maupun putus dadakan.
SUMBER :
TERIMAKASIH



Komentar
Posting Komentar